Contoh Cerpen
Karya: Dimas Setyanto
Untuk yang mau bertanya bisa DM ig: @addmasya
Sekolah Maspaen
Ini ceritaku dimana sebuah rasa heran dan aneh menjadi satu saat aku bersekolah di sekolah yang bernama Maespaen. Di saat langkah kakiku bergerak menuju depan gerbang sekolah di waktu mentari tampak senyum. Ku ucapkan kata sandi-sandi yang dimulai dari angka hingga huruf huruf romawi yang tersambung acak, sehingga terbukalah gerbang itu seraya mengucap password identitas rahasiaku. Tidak heran karena sekolahku dilengkapi dengan elektrosound yang sangat tajam. Sesuai pengalamanku sendiri tak hanya aku saja tapi semua warga sekolah juga harus menyebut sandi untuk bisa melewati gerbang sekolahku. Lalu aku pun melangkah menuju halaman sekolah, semuanya tampak aneh, beribu-ribu huruf dan angka berterbangan membentuk sebuah elemen yang satu yaitu rumus dan kosakata. Tapi yang lebih anehnya lagi disaat hari dimana akan diadakan ujian saja kata kata itu hilang entah pergi kemana. Herannya, huruf dan angka tersebut membuat pikiranku bertanya-tanya darimana terbentuknya. Konon ada yang bercerita yang katanya sekolahku memiliki kawasan seperti setengah televisi berbentuk setengah bola yang sangat besar namun bisa dimasuki. Setibanya di kelas, ternyata aku terlambat dan harus dihukum, tapi hukumannya tidak berat, hanya harus duduk di halaman sambil melihat kata dan huruf bertebangan lagi hingga pelajaran berakhir. Entah kenapa pikiranku bisa membuatku bertanya-tanya hingga aku selalu terlambat ke sekolah.
“Ada apa sih dengan sekolah ini, sudah sekitar satu bulan aku tinggal disini tapi kenapa pikiranku selalu bertanya-tanya, jika aku tanya ke teman hatiku masih takut, jika aku tanya guru, ah pokoknya aku harus berani, aku tak boleh memendamnya sendiri” ucap pikiranku.
Terik matahari mulai bersinar namun anehnya lagi aku tak terasa kepanasan. Pikiran aneh dicampur rasa heran ini mulai terbuka sedikit demi sedikit saat aku sedang bertanya pada seorang guru yang duduk disampingku.
“Ada apa nak kok bisa disini sendiri?” tanya ibu guru tersebut.
“Dihukum bu, bu saya mau ada apa sih dengan sekolah ini kok bisa ada huruf dan angka yang saling bertebangan dihalaman sekolah ini?” tanyaku dengan sahutan ketidaksopanan.
“Ibu jawab ya pertanyaanmu saat lim tahun yang lalu ada seorang ilmuwan, guru, sekaligus pendiri sekolah ini yang bernama Pak naijoer. Beliau menciptakan sebuah ozon buatan yang berbentuk setengah bola yang telah mengatur terciptanya huruf dan angka tersebut. Tujuan dari huruf dan angka tersebut agar kalian bisa lebih memahami dan tidak lupa akan pelajaran namun jika kamu keberatan dan ingin menghilangkan angka dan huruf itu ibu bisa bantu” jawab ibu guru tersebut dengan lembut.
“iya sih bu, bagaimana itu bu?” tanyaku.
Tiba-tiba aku diketuk oleh teman sebangkuku yang ternyata aku sedang melamun dan membayangkan gambaran tentang impian sekolah masa depan karena aku akan disuruh kedepan untuk menceritakan gambaran tentang sekolah masa depan. Kira-kira bagaimana ya cara menghilangkan huruf dan angka yang ada digambaran sekolah masa depanku itu?
Komentar
Posting Komentar
Bijak, cermat, dan stay positive